Rokok
Ibu: “Bapak! sudah diberitahu berkali-kali masih juga merokok,
rokok itu kan hanya menghambur-hamburkan uang saja!”

Ayah: “Iya saya tahu.”

Ibu: “Berarti bapak setuju dengan adanya banyak pabrik rokok di negara ini,
yang hanya membuat bangsa ini melarat?”

Ayah: “Sebenarnya saya gak setuju dengan adanya pabrik rokok di negara kita ini!”

Ibu: “Trus, knapa masih merokok?”

Ayah: “Sebenarnya ingin sekali saya membakar pabrik rokok itu … tetapi apa daya…
itu melanggar hukum, maka dari itu saya bakar aja rokoknya satu-satu!”